Thursday, April 24, 2014
Home
Makanan Pembakar Lemak (part I) PDF Print E-mail
Written by Mr.Bugar   
Monday, 12 January 2009 23:33
Makanan Pembakar LemakJika anda makan biasanya akan berpikir, apakah makanan ini menambahkan lemak bagi tubuh saya? Ternyata sebenarnya ada makanan yang berfungsi sebaliknya. Dibalik semua makanan yang tersedia terdapat beberapa makanan yang bisa membakar lemak.
Terdapat lebih dari 3 kelompok makanan yang memiliki cara kerja yang berbeda untuk membantu kita menurunkan berat badan. Tetapi untuk artikel ini akan dijelaskan 3 terlebih dahulu.
Protein, sang termogenik
Saat kita makan terdapat proses untuk penguraian makanan dan proses lainnya yang membutuhkan energi. Jika kita pernah mendengar bahwa 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori, 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori dan 1 gram protein juga 4 kalori. Maka dengan mudah kita membuat kesimpulan bahwa pengurangan asupan lemak akan berguna bagi diet kita. Tetapi satu hal lagi yang perlu kita ketahui, ternyata protein dapat meningkatkan BMR (Basal Metabolic Rate/laju metabolis) yang berarti meningkatkan laju penggunaan energi makanan dan menciptakan panas serta membakar lebih banyak kalori.
Ada banyak macam makanan protein yang berfungsi termogenik seperti tahu, tempe, dan berbagai produk kedelai lainnya, telur (tanpa kuning), daging ayam (tanpa kulit), ikan kakap, ikan tuna, ikan kembung, ikan tongkol, ikan belanak, berbagai jenis udang, kepiting, kerang.
Makanan Kalori Negatif
Jika makanan masuk membawa kalori, maka kalori tersebut akan digunakan untuk 3 hal, yang pertama memenuhi kebutuhan energi saat proses makanan, yang kedua adalah memenuhi kebutuhan energi harian (secara umum berbagai produk menggunakan patokan 2000 kalori sehari), dan yang ketiga adalah disimpan sebagai cadangan (baca: menjadi lemak). Pengertian kalori negatif sebenarnya bukan berarti bahwa kalori yang dibawa makanan tersebut benar-benar negatif. Tetapi lebih kepada jumlah kalori yang dibawa sangat sedikit sehingga untuk memenuhi energi saat proses makanan tersebut saja tidak cukup. Sebagai contoh: Jika sepiring makanan menyediakan 300 kalori dan 100 kalori digunakan untuk memproses makanan tersebut, maka 200 kalori sisanya akan digunakan untuk tujuan kedua, yaitu memenuhi kebutuhan harian. Sedangkan makanan seperti kol, menyediakan 50 kalori dan proses makanan membutuhkan energi 75 kalori sehingga 25 kalorinya akan membakar lemak tubuh sebagai energi tambahan.
Cara ini lebih efektif daripada berpuasa karena saat berpuasa tubuh akan lebih hemat energi sehingga pembakaran lemak menjadi lebih sedikit. Selain itu seseorang tidak mungkin terus menerus berpuasa sehingga ketika berhenti berpuasa maka dia mungkin akan kembali gemuk.
Makanan yang memiliki kalori negatif adalah: bawang bombai, bayam, brokoli, seledri, sawi putih, selada, gambas, kacang panjang, kembang kol, kubis, bawang prei, rumput laut, terung, tomat, wortel, apel, jeruk bali, jambu, jeruk, kiwi, nanas, pepaya, pir, strawberry.
Karbohidrat dan Insulin
Karbohidrat yang masuk ke tubuh pada gilirannya akan dipecah menjadi rangkaian senyawa yang lebih sederhana berbentuk glukosa. Adanya glukosa dalam darah akan memicu dilepaskannya hormon insulin dalam tubuh. Fungsi insulin sendiri ada dua: yaitu mengontrol glukosa untuk dibawa sebagai sumber energi dan juga untuk menyimpan lemak. Dengan demikian secara mudah kita bisa menarik kesimpulan bahwa kombinasi makanan karbohidrat dan lemak akan membuat tubuh anda segera membesar. Selain itu hal yang berbahaya lainnya adalah jika kita mengonsumsi karbohidrat dengan GI (Glycemic Index) yang tinggi seperti permen dan coklat maka kadar insulin akan melonjak dengan cepat. Kemudian ketika glukosa dari permen atau coklat tersebut habis sedangkan jumlah insulin sangat banyak, maka tubuh akan terasa lapar dan anda akan makan lagi sehingga lebih banyak lagi kalori yang masuk menumpuk ditubuh anda.
Jenis yang bagus adalah karbohidrat kompleks (memiliki GI yang rendah) dimana penguraiannya lebih sulit sehingga pelepasan glukosa terjadi bertahap sehingga jumlah insulin akan lebih stabil.
Makanan yang memiliki GI rendah adalah roti gandum, beras merah, bubur havermut, sereal gandum berserat tinggi, jamur, kacang, polong, brokoli, terong, apel, pir, jeruk madu, susu kedelai.

Itu adalah tiga kelompok makanan yang sangat berguna untuk menurunkan berat badan anda. Pada artikel bagian kedua, anda akan menemukan lebih banyak lagi jenis makanan yang sebenarnya bisa membantu anda.
Last Updated on Monday, 19 January 2009 14:49
 

Add comment


Security code
Refresh

Banner
Banner